Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

Ke LPI Belum Jelas, Persib Tetap ke Papua

Bandung - Sambil menunggu keputusan terkait wacana pindah ke LPI, Persib Bandung tetap melanjutkan agendanya di ISL. Fokus diarahkan pada misi mereka berduel melawan dua klub asal Papua.

Walaupun sebelumnya diperkirakan mengambil keputusan final hari Kamis (27/1/2011) ini, dalam pertemuannya dengan pers di sebuah rumah makan di Bandung, manajer H. Umuh Muchtar menyatakan pihaknya belum memastikan apakah hijrah ke LPI.

Sampai keputusan diambil, Eka Ramdhani dkk dipastikan berangkat ke Papua untuk melakoni pertandingan melawan Persiwa (30/1) dan Persipura ( 2/2) dalam lanjutan kompetisi ISL.

"Kita berangkat dulu lah ke sana," ujar Umuh. Saat disinggung mengenai buruknya kualitas wasit yang belakangan dikeluhkan timnya, ia menjawab: "Yang jelas kita berangkat. Jangan kumeok memeh dipacok (kalah sebelum bertempur-red)," katanya.

Sementara itu pelatih Daniel Roekito mengakui bahwa agenda ke Papua bukanlah misi yang ringan. Selain menjadi pasukannya bertindak sebagai tim tamu, ia juga punya catatan yang tidak terlalu bagus di bumi Cendrawasih tersebut. Namun ia meminta anak-anak buahnya tetap memiliki keyakinan yang positif untuk menuai poin.

"Kalau di sana dibantai, ya sudah. Yang penting anak-anak sudah berjuang," katanya usai sesi latihan tadi pagi di Stadion Siliwangi.

Dari beberapa kali lawatannya ke Wamena bersama berbagai tim, ia mengaku kesulitan menang di sana. Bahkan, faktor keberpihakan wasit di sana sudah menjadi rahasia umum.

"Waktu saya sama Persiba, saya kalah 4-0. Waktu Persik Kediri juga pernah dikerjai sampai kalah telak 5-0. Waktu itu saya marah betul. Makanya yang penting itu, mental digenjot terus," ungkapnya.

"Kalau kita menyerah lebih dulu dan berangkat saja sudah malas, ya sudah tidak usah berangkat. Saya orangnya harus optimis dan menanamkan kepada anak buah saya untuk optimis," pungkasnya.


sumber: detik.com

Senin, 24 Januari 2011

Persib di Persimpangan Jalan

Bandung - Terpuruk di zona degradasi dan merasa sering dirugikan wasit, saat ini Persib Bandung berada di persimpangan jalan. Suporter mereka bahkan meminta supaya tim legendaris Jawa Barat itu pindah ke LPI.

Masalah sudah menghadang Persib sejak awal musim, bermula dari kontroversi pendepakan pelatih Darko Janackovic karena berselisih dengan pemain. Konsorsium juga sempat berebut wewenang dengan manajemen mengenai sejumlah kebijakan termasuk pelatih.

Di lapangan, permainan Persib jeblok. Dari sembilan laga mereka baru menang dua kali tapi kalah sampai lima kali. Pelatih terbaru, Daniel Roekito, baru memberi satu kemenangan dari empat pertandingan. Di klasemen sementara, juara Liga Indonesia edisi pertama (1994/1995) itu terjebak di urutan tiga dari bawah.

Tadi malam (23/1/2011), bobotoh mengamuk dan melakukan pelemparan ke tengah lapangan, saat Persib menjamu Arema FC di Stadion Siliwangi. Mereka berbuat tak terpuji karena merasa kesal melihat performa wasit Najamudin Aspiran. Pemain dan ofisial setali tiga uang, terutama setelah Najamudin tidak memberi tambahan waktu setelah menit 90.

Dari empat pertandingan Persib di tahun 2011, tiga kali mereka geram pada wasit. Manajer Umuh Muchar mengatakan, mereka dirugikan di Sriwijaya -- Persib kalah 1-4 -- , "dirampok" di Samarinda (0-1), dan dibuat kesal oleh wasit justru ketika Persib bermain di kandangnya sendiri melawan Arema tadi malam -- skor akhir 1-1.

Wakil direktur utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Muhammad Farhan, mengindikasikan batas kesabaran pihaknya, karena merasa sudah berkali-kali menyampaikan persoalan wasit ini ke PSSI.

"Kita akan melakukan pressure pada liga untuk mencari penyelesaian. Kalau tidak ada, kita akan cari penyelesaian lain. Kalau tidak ada penyelesaian tentang wasit, salah satu caranya adalah pindah," ujar dia.

Meninggalkan ISL dan berpaling ke LPI saat ini menjadi opsi yang paling "mudah" dilontarkan klub-klub yang merasa kecewa berat pada ISL yang dikelola PSSI. Ribuan bobotoh bahkan ikut membuat koor kompak di Siliwangi tadi malam, supaya tim kesayangannya ini pindah ke LPI. Sebuah banner kompetisi tersebut bahkan sempat muncul dekat lapangan, yang membuat PSSI kabarnya akan memberi sanksi untuk Panel (dan Persib).

Malam ini kabarnya akan ada pertemuan sangat serius di tubuh Persib terkait keadaan mereka saat ini. Pindah ke LPI mungkin solusi cepat, tapi mereka juga mempertimbangkan beberapa hal.

"Banyak hal lah. Risiko pindah juga tidak kecil. Kita harus mempertimbangkan sponsor yang sudah mensponsori kita sampai akhir musim kompetisi. Kita harus hormati kontraknya. Lagian ISL kan bukan kompetisi sembarangan. Ini kompetisi bergengsi di Indonesia," ujar Farhan seperti dilansir detikbandung.

Saat ditanya, apakah itu berarti LPI tidak bergengsi, Farhan menjawab: "Bukan seperti itu. Tapi kita belum tahu kualitasnya. Kan baru dimulai. Lagian bukan hanya masalah gengsi semata. LSI adalah jalan menuju Liga Indonesia. Ini 'kan juga harus menjadi pertimbangan."

Persib sejak dua tahun lalu sudah menjadi PT alias sudah mandiri dan tidak menetek lagi pada pemerintah dan dana APBD. Artinya, mereka sudah melakukan idealnya sebuah klub profesional. Ironisnya, mereka belum juga berprestasi tinggi dan kini merasa sering dirugikan oleh kompetisi ISL (dan PSSI).

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf sudah memberi dukungan supaya Persib hijrah ke LPI. "Kalau semuanya mau ke sana (LPI - red), ya saya dukung saja. Tapi ini harus keputusan semua pihak," tukasnya.

Jika Anda suporter Persib, apakah Anda setuju tim kesayangan Anda ini pindah ke LPI? ( a2s / arp )


sumber: detik.com

Persib Pertimbangkan Keluar dari ISL

Wagub Jawa Barat Dede Yusuf dan Wali Kota Bandung Dada Rosada akan membahas langkah Persib


VIVAnews - Ancaman mundur dari Indonesia Super League (ISL) kembali disuarakan pengurus Persib Bandung seusai laga kontra Arema FC di Stadion Siliwangi, Bandung, Minggu 23 Januari. Pertandingan berakhir 1-1.

Ancaman mundur kali ini diungkapkan Dirut PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sekaligus Manajer, Umuh Muchtar. Ia mengatakan pengurus teras termasuk jajaran penasehat seperti Wagub Jawa Barat Dede Yusuf dan Wali Kota Bandung Dada Rosada akan membahas langkah Persib selanjutnya.

“Kita belum tentukan sikap, pengurus akan membahas langsung semua persoalaan dan langkah apa yang akan diambil selanjutnya,” kata Umuh seusai pertandingan.

Desakan mundur dari ISL kepada Persib kian menguat, indikasinya bisa dilihat saat ribuan bobotoh yang menyaksikan laga Persib versus Arema secara kontinu melantunkan koor-koor yang bernada desakan mundur dan mengharapkan Persib segera hijrah ke kompetisi Liga Primer Indonesia.

Para pendukung Persib saat partai melawan Arema memperlihatkan perilaku yang tak layak ditiru. Aksi pelemparan mereka lakukan ditambah kembang api dan mercon yang mereka nyalakan di dalam satdion.

“Kami sangat menghargai keinginan bobotoh, tapi sebelum menentukan sikap tentunya perlu pertimbangan matang,” terang Umuh.

Rencana pertemuan pengurus teras Persib ini, tak lepas dari makin seringnya rasa kecewa yang dirasakan kubu Maung Bandung. “Hari ini kita kembali kecewa, tapi bukan tak mungkin semua kekecewaan yang kami rasakan ini, dilakukan oleh pijak-pihak yang tidak menginginkan Persib bertahan di ISL,” terang Umuh.

Sementara itu, Asisten Pelatih Arema Abriadi mengungkapkan hasil imbang di Kota Bandung merupakan buah dari proses evaluasi kelemahan tim seusai dikalahkan Persija Jakarta 1-2. Usai menghadapi Macan Kemayoran, Arema

memang tak pernah kehilangan satu poin pun dengan menahan imbang 1-1 PSPS Pekanbaru, lalu menghajar Persiba Balikpapan 3-0.

“Ini adalah buah dari proses evaluasi yang kami lakukan, motivasi pemain memang sedang tinggi dan kami cukup bersyukur bisa meraih poin di kandang Persib atau sesuai target minimal,” kata Abdriadi.

Soal kartu merah yang diterima Muhammad Ridhuan yang dinilai menyikut bek muda Persib, Wildansyah. Abriadi tak banyak memberikan komentar.

“Kartu merah buat Ridhuan, akan dijadikan bahan evaluasi baik buat internal maupun kepentingan perkembangan sepakbola Indonesia secara keseluruhan. Diusirnya Ridhuan cukup berpengaruh terhadap koordinasi permainan tim,” terang Abriadi.

Mengenai tertundanya pertandingan selama lebih dari setengah jam akibat kerusuhan suporter, Abriadi menyatakan ia tak mempersoalkan keputusan wasit maupun Pengawas Pertandingan (PP) yang tetap memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.

Pihak Arema hanya menyayangkan proses pengawalan sebelum dan sesudah pertandingan yang dinilai tidak sesuai harapan. Seusai laga pasukan Arema sendiri terpaksa diangkut kendaraan taktis (rantis) demi menghindari kejadian yang tak diinginkan.

“Kami hanya mencoba mengikuti aturan, ketika PP menyatakan masih memungkinkan dilanjutkan buktinya kami ikuti aturan. Kita hanya sedikit menyayangkan proses pengamanan, sebelum pertandingan bus kami sudah dilempari sejumlah oknum suporter saat memasuki areal stadion,” terang Abriadi.

Laporan: Yadi/Bandung
• VIVAnews

Minggu, 12 Desember 2010

inpirasi pagi

Minggu pagi, cuaca masih dibekap dingin, suasanya seperti Bandung tempo dulu, Fress and crew, jalan-jalan pagi di car free day Dago Bandung. Olahraga pagi, menghirup udara segar, sambil mencari-cari spot yang bagus buat nongkrong, lelah berjalan menikmati hidangan kulinari Indonesai yang di sajikan lengkap dia dago car freeday,khususnya kulinari khas Bandung.
Banyak inspirasi yang didapat;wacana event ,peluang wira usaha, lifestyle and ajang promo dan sosialisai.
Car Free day inpirasi pagi buat kami Fress Antapani

Selasa, 30 November 2010

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2010

Bagi pelanggan Griya Antapani dan warga sekitar Antapani, besok(1 Desember 2010) anda tidak hanya akan beraktivtas belanja saja, tetapi anda akan mendapatkan sedikit informasi tentang HIV/ AIDS, creative performance ,silde show / menonton film documenter.
Acara ini di selenggarakan dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia 2010 atas kerja sama Fress Antapani dan Griya Antapani.
Gerakan kampanye HIV/AIDS esok merupakan rangkaian kegiatan tahunan Fress Antapani dan merupakan salah satu kontribusi Fress memberikan Informasi seluas-seluasnyan kepada masyarakat tentang bahaya HIV /AIDS, bagaimana pencegahan dan recovery psikologi kepada penderiat HIV/AIDS dengan harapan dapat menekan laju penyebaran HIV/AIDS.

Hari HIV/AIDS, Hindari Jalan Merdeka Besok!

Bandung - Bagi anda yang akan menuju kawasan Dago maupun Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Rabu besok (1/12/2010), hindari Jalan Merdeka. Sebab mulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB, Jalan Merdeka di depan BIP ditutup. Rencananya peringatan Hari HIV/AIDS se-dunia Kota Bandung akan dipusatkan di kawasan tersebut.

"Acara ini yang mengadakan Pemkot Bandung. Jalan akan kami tutup selama lima jam," ujar Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Sambodo Purnomo saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Jawa.

Menurutnya kendaraan dari Jalan Ir Juanda, tak bisa lurus ke Jalan Merdeka. Kendaraan akan dibelokkan ke kiri (LRE Martadinata) lalu belok kanan ke Jalan Sumatera.

Begitu pula dari arah Purnawarman, tak bisa berbelok ke kanan (Jl Merdeka). Kendaraan akan lurus dan berbelok di Jalan Sumatera.

Sedangkan kendaraan dari Jalan LRE Martadinata yang akan menuju Dago, akan dibelokkan ke Jalan Trunojoyo (Riau Junction). "Nantinya Jalan Trunojoyo satu arah. Nah yang dari Trunojoyo ingin ke Martadinata, kita akan belokkan ke Jalan Bahureksa," terang Sambodo.

Sambodo mengimbau warga untuk menghindari Jalan Merdeka. "Sebaiknya cari jalan lain, jangan lewat Merdeka," katanya. Lebih lanjut ia mengungkapkan acara di kawasan Merdeka itu, mulai dari longmarch pelajar, konvoi kendaraan, hingga pentas musik.

sumber: detik.com

Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS Masih Minim

Bandung - Pengetahuan remaja, khususnya pelajar tentang HIV/AIDS terbilang masih minim. Banyak di antara mereka yang tidak tahu penyakit tersebut secara rinci.

Contohnya Tina Fitria (16), siswa kelas II SMK Kencana. Ia mengaku hanya tahu HIV/AIDS sebatas permukaan saja. Bahkan ia menyebut HIV/AIDS hanya menyerang alat kelamin perempuan. Padahal, HIV bisa menyerang laki-laki maupun perempuan dan menyerang kekebalan tubuh.

"Saya cuma tahu sedikit. Yang saya tahu, HIV/AIDS itu menyerang alat kelamin perempuan. HIV/AIDS itu berbahaya, belum ada obatnya, menularnya lewat hubungan seksual," katanya saat ditemui di Markas PMI Kota Bandung, Jalan Aceh, Senin (29/11/2010).

Ditemui di tempat sama, Sigit Prayoga (16), siswa kelas II SMA Pasundan 3 Bandung juga mengakui hal yang sama. Bahkan, ia mengatakan orang dengan HIV/AIDS harus dijauhi.

"Kita harus ngejauhin orang yang kena HIV/AIDS, biar enggak menular," ungkapnya polos. Padahal orang dengan HIV/AIDS (Odha) tidak perlu dijauhi.

Menurut Kasubag Komunikasi dan Organisasi PMI Kota Bandung Kristin Munandar, pengetahuan remaja terhadap HIV/AIDS dikatakan masih kurang.

"Kebanyakan di kalangan remaja dan pelajar itu pengetahuannya masih kurang. Rata-rata mereka hanya tahu HIV/AIDS dan bagaimana penularannya, pencegahannya, mereka tidak tahu. Tapi terus terang kita belum menghitung jumlah dan prosentasenya," papar Kristin.

Maka dari itu, 1 Desember nanti PMI Kota Bandung akan melakukan pembagian pita merah, brosur, dan poster berisi pengetahuan tentang HIV/AIDS ke 20 sekolah di Bandung. Diharapkan, dengan pembagian tersebut pengetahuan remaja, khususnya siswa menjadi meningkat.


sumber: Oris Riswan Budiana - detik.com

Sabtu, 27 November 2010

Amblasnya Jalan Pajajaran Diduga Akibat Konstruksi Rapuh

Bandung - Jalan Pajajaran yang amblas Jumat (26/11/2010) diduga diakibatkan oleh konstruksi yang rapuh karena tergerus air. Konstruksi penyangga jalan tidak bertulang dan lebih banyak menggunakan batu bata merah.

Petugas dari Dinas Bina Marga dan Pengairan Jabar sejak Jumat (26/11/2010) sudah mulai memperbaiki jalan yang rusak.

Menurut Kepala Seksi Pemeliharaan Balai Pengelolaan Jalan Dinas Bina Marga Jabar, Gunaedi, diperkirakan ambrolnya jalan pajajaran tersebut karena konstruksinya sudah rapuh dan tergerus air sungai.

"Konstruksi tersebut tidak bertulang, jadi konstruksinya itu bisa dibilang konstruksi lama, hanya terdiri dari batu bata. Intinya yang lebih banyak bata merah," terangnya.

Namun Gunaedi tidak bisa memprediksi secara pasti dari tahun kapan fondasi tersebut dibangun.

Lebih lanjut, terang Gunaedi, petugas mulai memperbaiki jalan dengan melakukan pelebaran lubang. Lubang yang semula hanya berdiameter kurang lebih 6 meter kini berbentuk kotak dengan ukuran sekitar 8x8 meter.

Pelebaran lubang tersebut dilakukan untuk mempermudah perbaikan konstruksi jalan. "Sekarang ini, sebagai tahap awal kita akan mengganti fondasi yang rusak. Nanti ada fondasi baru yang dipasang, namanya bronjong," ujarnya.

Bronjong tersebut hanya akan dipasang di bagian jalan yang konstruksinya rapuh. "Kami pasang bronjong sebagai pengganti fondasi yang rusak. Tapi hanya sebagian yang kita ganti," kata Gunaedi.

Setelah pemasangan bronjong, lanjut Gunaedi, nantinya akan dipasang lapisan baja dan beton yang tebalnya 20 hingga 25 centimeter. Terakhir baru jalan tersebut akan diaspal.

"Diperkirakan nantinya setelah selesai, jalan ini akan mampu menahan tonase hingga 10 ton," ujarnya.

Pantauan detikbandung, arus lalu lintas ramai lancar. Terlihat beberapa petugas kepolisian ikut mengatur jalannya lalu lintas.

Sementara di lokasi kejadian beragam alat berat sudah terparkir. Di antaranya, satu unit beckhoe, satu setum kecil, serta ada beberapa truk. Para pekerja juga sedang sibuk melakukan perbaikan.

Sekitar 30 warga pun berada di pinggir lokasi, memperhatikan petugas yang sedang melakukan perbaikan.
(avi/avi)

sumber: detik.com

Ibu-ibu Pengajian Margacinta Gelar Doa Bersama untuk Ariel

Bandung - Sekitar 30 orang ibu-ibu pengajian dari Margacinta melakukan pengajian dan doa bersama di salah satu ruangan Rutan Kebonwaru. Hal itu dimaksudkan sebagai bentuk dukungan moral dan rohani kepada Nazriel Irham alias Ariel.

Menurut Tati (55) salah seorang perwakilan ibu-ibu tersebut, pengajian ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, pengajian pernah dilakukan sebelum Ariel menjalani sidang pertama.

"Ini yang kedua kali, rombongan ibu-ibu ini sengaja datang mewakili masyarakat Margacinta untuk memberi dukungan moral bagi Ariel," ujar Tati kepada wartawan di Rutan Kebonwaru, Jumat (27/11/2010).

Saat ditanya alasan kenapa melakukan pengajian dan doa bersama, Tati mengatakan, mereka bersimpati dengan apa yang menimpa Ariel. Tati juga meenambahkan bahwa saat ini Ariel sudah mengaku tobat.

"Kami sempat ngobrol sama Ariel dari obrolan kami, Ariel sudah bertobat, cuma dia enggak mau tobatnya itu diumbar ke publik. Biarin itu urusan dia sama tuhan," terangnya.

Rombongan ibu-ibu pengajian Margacinta yang mayoritas berpakaian serba putih ini datang sekitar pukul 11.00 WIB, dan baru bisa masuk ke dalam rutan sekitar 11.40 WIB. Sementara sebelumnya, Sahabat Peterpan masuk sekitar pukul 11.00 WIB dan keluar pukul 11.40 WIB.
(ors/avi)

sumber: detik.com